Home News MotoGP Pablo Nieto Ketegangan Marquez dan Bagnaia dalam Perebutan Gelar

Pablo Nieto Ketegangan Marquez dan Bagnaia dalam Perebutan Gelar

by
Pablo Nieto Ketegangan Marquez dan Bagnaia dalam Perebutan Gelar

Marc Marquez dan Francesco Bagnaia kini menjalin hubungan sebagai rekan setim di Ducati. Meskipun ada keraguan mengenai bagaimana dua pembalap yang sama-sama ambisius ini akan berkolaborasi, keduanya tampak harmonis selama sesi pramusim, berfokus pada pengembangan motor Desmosedici GP24.

Selama tes di Sepang dan Buriram, Marquez dan Bagnaia terlibat dalam diskusi yang produktif. Keduanya mengungkapkan pandangan serupa mengenai motor yang mereka kendarai, memilih mesin, sasis, dan aero fairing dari model tahun lalu. Namun, meski awal mereka terlihat menjanjikan, banyak yang meragukan apakah situasi ini akan tetap baik ketika keduanya saling berhadapan dalam perebutan gelar juara dunia.

Pablo Nieto, manajer tim Pertamina Enduro VR46, memberikan pandangannya tentang dinamika ini. Dalam wawancara dengan ‘GPOne’, Nieto mengungkapkan bahwa hubungan antara Marquez dan Bagnaia mungkin akan mengalami ketegangan saat mereka bersaing untuk meraih gelar. “Saya tidak ingin berada di posisi Davide Tardozzi, tapi saya ingin berada di situasi itu, karena Anda bisa bersaing dengan kedua pembalap,” ujarnya.

Nieto melanjutkan, “Jelas, sulit untuk memiliki hubungan yang baik ketika Anda berjuang untuk sesuatu yang penting seperti kejuaraan dunia MotoGP. Saat ini, ada hubungan kepercayaan di antara mereka, yang wajar di awal musim. Namun, jika keduanya bersaing untuk gelar, saya rasa hubungan mereka tidak akan seharmonis sekarang.”

Ia kemudian membandingkan situasi ini dengan yang dialami oleh Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio, di mana persaingan dapat menciptakan tantangan tersendiri. Nieto menekankan pentingnya menangani situasi tersebut dengan baik.

Mengenai Marquez, Nieto mengakui bahwa ia mengenalnya hanya dari luar. “Kami tahu bahwa Márquez adalah pembalap yang sangat kuat, dan tahun ini ia akan menjadi salah satu pembalap yang bisa dijadikan referensi dalam perebutan gelar,” ungkapnya. Ia juga memberikan pujian untuk Bagnaia, yang dikenal baik olehnya. “Pecco harus terus percaya pada dirinya sendiri, karena itulah yang membedakan seorang pembalap.”

Nieto menambahkan, “Anda harus memiliki mentalitas untuk menjadi pembalap terbaik di MotoGP. Tentu saja, akan ada momen baik dan buruk, tetapi saya yakin Bagnaia bisa memperjuangkan gelar tahun ini.”

Di sisi lain, ada spekulasi mengenai kemungkinan VR46 menyambut Pedro Acosta jika situasi di KTM memburuk. Nieto menanggapi dengan bijak, “Anda seharusnya menanyakan hal itu kepada Gigi Dall’Igna, bukan kepada saya! Namun, saat ini masih terlalu dini untuk membahasnya. Saya yakin dengan dua pembalap yang kami miliki, kami bisa tampil baik.”

Terakhir, Nieto menyentuh tentang filosofi tim dalam pengembangan pembalap muda. Proyek VR46 bertujuan untuk membawa pembalap muda dari kejuaraan Italia dan Spanyol ke MotoGP. “Kami telah berhasil dengan Pecco dan Morbidelli, dan itu membuat kami senang,” jelasnya.

Ia juga membuka kemungkinan untuk menjajaki hal-hal baru di masa depan. “Mengapa tidak? Meskipun ini belum waktunya, kami harus tetap terbuka terhadap peluang. Menutup diri adalah kesalahan, dan kami harus terus berpikiran terbuka tentang apa yang mungkin terjadi.”

Dengan semua dinamika ini, para penggemar MotoGP di Indonesia tentu akan menyaksikan dengan antusias bagaimana hubungan antara Marquez dan Bagnaia berkembang seiring berjalannya musim. Apakah keduanya akan mampu mempertahankan kerja sama yang harmonis, ataukah ketegangan akan muncul saat mereka bersaing untuk gelar juara? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Related Articles

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.