Akhir pekan ini, perhatian para penggemar MotoGP akan tertuju pada Maximo Quiles di Circuit of the Americas. Pembalap muda asal Spanyol ini baru saja memulai debutnya di Moto3 setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada 19 Maret lalu. Usia ini adalah batas minimum untuk mendapatkan izin balapan di kategori ini, terutama bagi pembalap yang pernah meraih podium di JuniorGP atau Red Bull Rookies Cup. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, mereka harus menunggu hingga mencapai usia dewasa.
Quiles, yang merupakan permata baru dalam dunia balap motor, menunjukkan kemampuannya yang luar biasa saat Kualifikasi Moto3. Ia hampir meraih pole position, namun sayangnya harus puas start dari posisi kedua setelah David Munoz menghalanginya. Di balapan tersebut, ia berhasil finis tiga posisi di belakang.
Talenta pembalap kelahiran Murcia ini sudah terlihat sejak usia dini. Ia pernah menjadi juara MiniGP Spanyol dan Eropa, serta meraih kemenangan di European Talent Cup pada tahun 2021 saat berusia 13 tahun. Pencapaian tersebut diulangnya dua tahun kemudian bersama tim Jorge Martínez ‘Aspar’, yang juga membawanya naik ke Moto3.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Quiles juga berpartisipasi di Rookies Cup, di mana ia meraih posisi ketiga pada 2022 dan 2023, serta kelima pada 2024. Di JuniorGP, ia finis di posisi ketiga tahun lalu, hanya 28 poin di belakang juara, Alvaro Carpe.
Semua pencapaian ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk legenda-legenda besar yang telah mengamatinya selama kariernya yang masih muda. Jorge Martínez ‘Aspar’, yang dikenal berpengalaman dalam mengembangkan talenta dari kelas bawah hingga Moto2, adalah salah satu yang memperhatikan Quiles. Namun, yang lebih menarik adalah dukungan dari Márquez bersaudara, Marc dan Alex, yang memberikan sponsor kepada Quiles melalui perusahaan mereka, Vertical Management.
Memiliki dukungan dari sosok sekuat Marc Marquez tentunya bukanlah hal sepele. Alex Marquez sendiri mengakui bahwa ada tekanan yang datang bersamaan dengan dukungan tersebut. Dalam sebuah acara Estrella Galicia di Madrid, ia menyatakan, “Memang benar, suka atau tidak suka, Maximo mendapat tekanan karena ‘dipilih’ oleh Marc. Tapi begitulah adanya. Jika Anda harus melalui tekanan itu saat masih muda, maka saat Anda sudah dewasa dan tiba di MotoGP, bekerja keras dan berhasil, Anda akan mampu menghadapinya.
Kini, Maximo Quiles bersiap memulai kariernya di Moto3, setelah absen di Buriram dan Termas de Rio Hondo, di mana ia digantikan oleh Jakob Rosenthaler dari Austria. Di sampingnya, ada pembalap berpengalaman, Dennis Foggia, yang akan menjalani tahun keenamnya di kelas kecil pada usia 24 tahun, setelah dua musim yang kurang memuaskan di Moto2.
Melalui siaran pers Aspar Team, Quiles menyampaikan antusiasmenya untuk menghadapi kompetisi yang ketat di Moto3 tahun ini. Ia menyadari bahwa kejuaraan ini dipenuhi oleh pembalap-pembalap hebat seperti Jose Antonio Rueda, Adrian Fernandez, Ángel Piqueras, dan Matteo Bertelle, serta para pendatang baru yang menjanjikan, seperti Carpe.
“Saya sangat tidak sabar untuk mengendarai motor di Austin. Saya sedikit kesal karena tidak bisa tampil di Thailand atau Argentina, tetapi akhirnya waktu saya di Kejuaraan Dunia dimulai. Saya melihat banyak level di Moto3, dan saya harus melakukan yang terbaik. Pada balapan pertama, tujuan saya adalah untuk belajar dan menikmati diri sendiri, tetapi tentu saja, saya juga ingin melakukannya dengan baik,” ungkap Quiles.
Dengan bakat dan dukungan yang dimilikinya, Maximo Quiles menjadi salah satu pembalap muda yang patut diperhatikan di dunia Moto3. Apakah ia mampu memenuhi ekspektasi dan menunjukkan kemampuannya di sirkuit? Kita tunggu aksi selanjutnya!